bersyukur dan bersabar

Resensi Buku

Oleh: Agung Prihantoro
Judul               : Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan
Penulis            : Prof. Dr. H. Djaali dan Dr. Pudji Muljono
Penyunting    : Y. B. Sudarmanto
Penerbit         : Grasindo, Jakarta
Cetakan         : I, 2008
Tebal              : x + 142 halaman

Agar anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN 2009 dan APBD 2009 dapat mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara optimal, banyak persiapan mesti dilakukan pemerintah dan masyarakat. Salah satunya adalah menyiapkan rancangan evaluasi yang independen untuk mengetahui tingkat keberhasilan program-program pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah dengan biaya 224 triliun rupiah itu.
Evaluasi merupakan langkah baku dalam serangkaian pelaksanaan suatu program. Selain untuk mengetahui tingkat keberhasilan program, evaluasi juga dimaksudkan untuk memperoleh informasi perihal hasil-hasil yang telah dicapai dan untuk memberikan rekomendasi apakah program-program tersebut sudah bagus, perlu diperbaiki atau justru dihentikan. Pada akhirnya, evaluasi dilakukan untuk mengambil putusan berikutnya.
Evaluasi yang sedang dibicarakan ini disebut evaluasi program. Ada jenis lain yang dikenal dalam wacana evaluasi, yakni evaluasi pendidikan. Evaluasi pendidikan adalah “proses yang sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi guna mengetahui seberapa jauh siswa telah mencapai tujuan-tujuan pembelajaran” (Gronlund, 1985: 5).
Evaluasi meliputi dua langkah, yaitu asesmen (assessment) dan pengukuran (measurement). Setiap buku tentang evaluasi, asesmen, atau pengukuran, termasuk buku Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan ini, lazimnya diawali dengan penjelasan mengenai pengertian istilah-istilah tersebut. Asesmen, seturut buku ini, dibatasi sebagai proses membandingkan suatu objek atau gejala dengan patokan-patokan tertentu, sedangkan pengukuran ialah proses memasangkan fakta-fakta pada suatu objek dengan satuan-satuan ukuran tertentu (h. 3).
Di tengah-tengah kelangkaan literatur pengukuran (psikometrika) dalam bahasa Indonesia, karya Djaali, guru besar Penelitian dan Evaluasi Pendidikan UNJ, dan Pudji Muljono, dosen IPB, ini patut diapresiasi.
Dalam bahasa Inggris, sebenarnya sudah banyak sekali buku pengukuran yang ditulis. Sampai-sampai, W. James Popham, seorang ahli pengukuran penerima Award for Career Contributions to Educational Measurement dari National Council on Measurement in Education pada 2002, mula-mula menolak untuk menulis buku pengukuran. Namun, dia kemudian bersedia menulis Modern Educational Measurement (1981) karena, ujarnya, wacana pengukuran berkembang terus-menerus.
Yang diperikan dalam buku Djaali dan Muljono ini adalah teori pengukuran klasik. Ciri khas teori pengukuran klasik, yang membedakannya dari teori modern, ialah bahwa kelompok butir instrumen (tes atau nontes) tak dapat dipisahkan dari kelompok peserta tes atau responden nontes, sehingga skor instrumen bergantung pada butir dan pesertanya (Naga, 1992: 4-5).
Teori pengukuran klasik maupun modern menyoal tiga perkara pokok, yakni pengonstruksian instrumen, penyelenggaraan tes atau nontes, dan penskoran butirnya. Djaali dan Muljono di sini membahas dua perkara saja: pengonstruksian instrumen dan penskorannya. Pengonstruksian instrumen diperikan dalam tiga bab (II-IV), yang mencakup skala pengukuran, deskripsi hasil pengukuran, validitas, reliabilitas, dan langkah-langkah pengembangan instrumen; sedangkan penskoran dibicarakan hanya pada Bab V.
Instrumen dikonstruksi dengan mengacu pada tujuan, jenis, skala, dan deskripsi hasil pengukuran. Tujuan menentukan jenis-jenis instrumen yang bakal dibuat, misalnya, apakah tes kecerdasan, tes kemampuan, tes sikap, tes kepribadian, tes hasil belajar, tes tertulis, tes perbuatan, kuesioner, pedoman observasi, ataukah pedoman wawancara. Tujuan juga menentukan macam skala (Likert, Gutman, Semantik Diferensial, Thurstone, Kiraan) dan deskripsi hasil pengukurannya.
Target dari pengonstruksian instrumen adalah terciptanya seperangkat instrumen yang valid dan reliabel. Untuk memperoleh instrumen yang siap pakai ini perlu dilakukan serentetan proses validasi dengan rumus-rumus statistik standar. Buku ini menjelaskan proses-proses validasi instrumen secara padat dan menyertakan contoh-contoh (h. 71-100).
Akan halnya penskoran, bagian ini mengupas kuantifikasi jawaban peserta tes atau responden nontes ke dalam angka. Angka tersebut merupakan nilai kuantitatif dari jawaban peserta atau responden.
Apa yang dipaparkan dalam buku ini tentu menjadi salah satu referensi pengantar untuk mendalami wacana ini dan mengukur keberhasilan pendidikan nasional secara ilmiah, independen, efisien, dan efektif. Prinsip-prinsip ilmiah, independen, efisien, dan efektif, mesti diterapkan untuk mengetahui tingkat kemajuan pendidikan Indonesia yang sebenarnya demi menghemat biaya finansial, psikologis, sosial, dan politis. Penghematan aneka biaya ini dituntut oleh para pengamat pendidikan, mengingat Ujian Nasional sebagai bentuk pengukuran selama ini dianggap boros secara finansial, psikologis, sosial, dan politis.
Pengukuran sebagai bagian dari evaluasi, sekali lagi, merupakan langkah baku dalam melaksanakan suatu program atau kebijakan. Dalam pendidikan, pengukuran dilaksanakan di tingkat kelas, satuan pendidikan, dinas, wilayah, sampai tingkat nasional. Akan tetapi, seluruh kegiatan pengukuran (dan evaluasi) tersebut semestinya mengacu tujuan dan fungsi pendidikan nasional (UU No. 20/2003 Bab II pasal 3).
Syahdan, pada 2009 nanti kita dapat melontarkan dua pertanyaan besar secara lebih lantang: Seberapa berhasil pendidikan nasional mencapai tujuannya untuk “mengembangkan potensi peserta didik jadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab”? Seberapa berhasil pendidikan nasional berfungsi untuk “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”?[]
(Pernah dimuat di Koran Jakarta Sabtu 8 November 2008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: